Selasa, 28 Maret 2017

MAKALAH HORMON (BIOKIMIA)




TUGAS
MAKALAH BIOKIMIA
                                                 ( H O R M O N )  



  OLEH

       AMSAR JAMBIA
          P00341015003


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2016







KATA PENGANTAR



Pertama tama penulis memanjatkan  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia_Nya  penulis diberikan kesehatan dan kesempatan sehinnga bisa meyelesaikan makalah biokimia ini tepat pada waktunya.
Tak lupa penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Di dalam makalah ini penulis menyadari banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan agar menjadikan makalah ini lebih baik lagi. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.






BAB I
PENDHULUAN

1.1           Latar Belakang

Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar selagar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternaldan internal yang selalu berubah.Sistem Endokri dan susunan saraf merupakan alat utama dimana tubuhmengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem saraf sering di pandang sebagai pembawa pesan melalui sistem stuktural yang tetap.
Sistem Endokrim dimana berbagai macam “Hormon” di sekresikan oleh kelenjar spesifik, di angkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi pada sel atau organ targetnya (definisiklasik dari hormon).Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sel untuk mencari seltarget. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptortertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal.
Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya.Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical messenger) disekresikan oleh sejenis jaringan, dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan di bagian lain dari tubuh untuk merangsang aktivitas biokimia atau fisiologi yang khusus.Endokrinologi, suatu cabang ilmu biomedis yang mempelajari hormone dan aktivitasnya, merupakan salah satu bidang biokimia yang sangat menarik karena beberapa pemahaman baru berasal dari bidang ini. Lagi pula, karena perubahan dalam kerja hormon dapat menimbulkan penyakit, maka endokrinologi juga merupakan suatu cabang ilmu biokimia  yang kegunaannya dapat dilihat secara langsung.

Berbagai macam hormon sudah diketahui dan banyak lagi yang ditemukan. Selain mengatur beberapa aspek metabolisme, hormon juga mempunyai fungsi yang lain yaitu mengatur pertumbuhan sel dan jaringan, denyut jantung, tekanan darah, fungsi ginjal, pergerakan saluran gastrointestinal, sekresi enzim-enzim pencernaan, laktasi dan sistem reproduksi.

1.2          Rumusan Masalah

1.      Apa itu Hormon ?
2.      Apa saja sifat-sifat Hormon ?
3.      Apa saja fungsi Hormon ?
4.      Apa saja penggolongan Hormon ?
5.      Apa sajakah kelenjar yang menghasilkan Hormon ?

1.3     Tujuan Penulisan
Adapun  tujuan  dari  penulisan  makalah  ini  adalah  untuk mengetahui apa itu Hormon secara umum sampai dengan kelenjar yang dapat menghasilkan hormon  serta  pengaruhnya terhadap kesehatan  apabila  jumlah  pasokkan  Hormon  berlebihan atau berkurang  didalam tubuh.

1.4         Batasan Masalah
Komplesitas masalah Hormon akan melelahkan dan menyita banyak  waktu,  bila disaji  secara  menyeluruh.  Oleh  karena  itu  penulisan akan membatasi  pembahasan  Hormon   yaitu  berupa  pengertian  Hormon, sifat-sifat Hormon, Fungsi Hormon, Penggolongan Hormon, serta Kelenjar yang dapat menghasilkan Hormon.  
1.5                       Metode Penyusunan
Metode penyusunan dalam pembuatan makalah ini yaitu berusaha mengumpulkan informasi dari refrensi khususnya berasal dari media web ( internet ) dan dari buku.












BAB II
PEMBAHASAN

2.1           Pengertian Hormon

Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target , maka hormon akan merangsang terjadinya perubahan . pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang.Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual.

Hormon (dari bahasa yunani yaitu hman “yang menggerakan”) adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antar kelompok sel. Semua organisme multiselular , termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu.

Pada prinsipnyapenegturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus ( bagian dari otak ) . hipotalanus mengiontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelnjar pituitari , yang  juga mengotrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk meneksreksikan hormonnya dengan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

2.2          Sifat-sifat Hormon

o   Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh endokrin.
o    Disekresikan langsung ke dalam aliran darah.
o   Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam tubuh dan control berbagai proses metabolisme (reproduksi;pertumbuhan dan perkembangan; mempertahankan homeostatis; pengadaan; penggunaan dan penyimpanan energy).
o   Kadarnya dalam sirkulais darah dapat menggambarkan aktivitas dari sel kelenjar endokrin.
o   Memiliki organ atau jaringan target tertentu.
o   Berbentuk amine, polipeptida, protein, steroid.

2.3          Fungsi Hormon

o   Anti diuretic hormone (ADH) : meningkankan absorbs air dari tubulus ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
o   Oksitosin : merasang kontaraksi uterus , pengeluaran air susu.
o   Growth hormone (GH) : merangsang pertumbuhan tulang dan otot, meningkatakan sintesis protein, mobilisasi lemak , menurunkan metabolosme karbohidrat.
o   Prolaktin : meningkatkan perkembangan payudara selama kehamilan dan produksi air susu setelah kelahiran.
o   Tirod stimulating hormone (TSH) : merangasang produksi dan sekresi hormone tiroid.
o   Adenocortcotropic hormone (ACTH) : mernagsang sekresi dan produksi hormone seteroid dan korteks adrenal .
o   Luteinizing hormone (LH) : merangasang pertumbuhan korfus luteum , ovulasi, produksi esteropgen dan progeteron (pada wanita ) merangsang sekresi testosterone , perkembangan jaringan interstisial (pada pria).
o   Folicel stimulating hormone : merangsang pertumbuhan folikel telur dan ovulasi ( pada wanita ) merangsang produksi sperma ( pada pria).
o   Melanosit stimulating hormone : bersanma dengan ACTH terlibat dalam pembentukan kulit.
o   Tiroksin (T4) dan triidotironin (T3) : menibgkatakan laju metabolisme , sensitifitas kardio vaskuler terhadap aktifasi saraf simpatik , mempengaruhi kematangan homeostasis otot skelet.
o   Kalsitonin : menurunkan konsentarasi Ca dan Fosfat.
o   Hormoon paratiroid : meningkatakan konsentarasi Ca dalam darah , menurunkan kadar fosfat darah , bekerja memepengaruhi tulang , usus, ginjal, dan sel-sel lainnya.
o   Adrenalin / epinefrin : meningkatakan kecepatan denyut jantung , dan tekanan darah , mengatur diameter arterio , merangsang kontaraksi otot polos , meningkatkan konsentarasi gula darah .
o   Noradrenalin / noripenefrin : menyebabkan kostriksi arteriol dan meningkatakan laju metabolism .
o   Glukokortikoid (kortison dan kortikosteron) : mempengaruhi prose metabolisme , mengatur konsentarasi gula darah , anti inplamasi , memepengaruhi prose pertumbuhan , menurunkan pengaruh sters dan sekresi ACTH.
o   Insulin :  menurunkan gula darah , meningkatakan simpanan glikogen , mempengaruhi otot, hati dan jaringan adipose.
o   Glucagon : menigkatakan kadar gula darah.
o   Esterogen : mempengaruhi perkembangan organ seks dan cirri-ciri  kelamin wanita, mernagsang perekembangan polikel telur, mempengaruhi siklus mensturasi , merangasang peneaalan dinding ueterus dan memelihara kehamilan.
o   Progesterone : mempengaruhi siklus mensturasi  , merangasang peneaalan dinding ueterus dan memelihara kehamilan.
o   Human chorionic gonadotripin (HCG) : memelihara kehamilan .
o   Tetosteron : mempengaruhi perekembangan oragan seks dari cirri kelamin pria serta pembentukanm sperma.
                                                                                                             
2.4          Penggolongan Hormon

o   perkembangan/Growth hormone – hormon yang memegang peranan di dalam perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad.
o   Hormon metabolisme – proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh bermacammacam hormon, contoh glukokortikoid, glukagon, dan katekolamin.
o   Hormon tropik – dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH).
o   Hormon pengatur metabolisme air dan mineral – kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.
  
  
Hormon
 

Kelenjar
Hormon yang dirembeskan
Fungsi
Pituitari
 
(Kelenjar agung)
a. Hormon pertumbuhan (GH)
Merangsang pertumbuhan badan
b. Hormon perangsang tiroid (TSH)
Merangsang kelenjar tiroid merembeskan hormon tiroksina.
c. Hormon antidiuresis (ADH)
Merangsang penyerapan semula air dari tubul ginjal.
d. Hormon perangsang folikel (FSH)
Merangsang perkembangan folikel Graaf dan tubul semen.
e. Hormon peluteinan (LH)
Menyebabkan pembebasan ovum daripada ovari dan perkembangan folikel menjadi korpus luteum.
Merangsang perembesan hormon seks oleh ovari dan testis.
f. Hormon adrenokortikotrof (ACTH)
Merangsang  korteks adrenal menghasilkan hormon.
g. Hormon prolaktin
Merangsang perembesan susu oleh kelenjar susu.
h. Hormon oksitosin
Merangsang pengecutan otot uterus semasa bersalin.
Tiroid
Tiroksina
Mengawal kadar metabolisme sel badan, khususnya respirasi dalam mitokondria.
Mengawal aras aktiviti, menggalakkan  pertumbuhan yang normal bagi rangka dan perkembangan mental. 
Kelompok sel Langerhans dalam pankreas
Insulin 
Glukagon
Menyebabkan penukaran glikosa kepada glikogen.
Menyebabkan penukaran glikogen kepada glukosa.
Adrenal
Adrenalina  
 
 
Aldosteron
Menyediakan badan untuk menentang atau lari dalam keadaan kecemasan dengan merangsang peningkatan aras glukosa dalam darah.
Mengawal tekanan osmosis darah melalu penyerapan semula ion natrium.
Ovari
Estrogen  
 
 
Progesteron
Merangsang  perkembangan organ seks perempuan dan ciri seks sekunder seperti perkembangan kelenjar susu dan pembesaran buah dada. 
Menyebabkan dinding uterus menebal untuk penempelan uterus.
Testis
Testosteron
Merangsang perkembangan organ seks lelaki dan ciri seks sekunder seperti pertumbuhan misai dan suara menjadi kasar.
Merangsang spermatogenensis.



2.5    Kelenjar Yang Dapat Menghasilkan Hormon

1. Kelenjar Hipotalamus
Kelenjar Hipotalamus merupakan bagian dari otak.Salah satu fungsi hipotalamus adalah menghasilkan hormon yang disebut neurohormon.Neurohormon merupakan hormon pelepas yang disekresikan ke dalam darah menuju hipofisis.
Neurohormon ini merangsang hipofisis mengeluarkan hormon yang sesuai.Contohnya, hormon pelepas tirotrofik (TRF) yang berfungsi merangsang hipofisis anterior agar mengeluarkan hormon Tirotrofik Stimulating Hormone (TSH).

Neurohormon tidak hanya bekerja sebagai stimulan atau perangsang, ada juga yang bekerja sebagai penghambat.Contohnya, Prolactin Inhibitin Factor (PIF) yang menghambat pengeluaran prolaktin.

      2. Kelenjar Hipofisis
Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari) merupakan kelenjar yang terletak di dasar otak, sebesar kacang ercis.Kelenjar ini terdiri atas tiga lobus, yaitu anterior, intermediet, dan posterior.
Lobus intermediet terdapat dalam kelenjar pituitari bayi, pada orang dewasa hanya merupakan sisa.Hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh.Sering disebut master of gland karena sekresinya mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainnya.

3.Kelenjar  Tiroid dan Paratiroid
Kelenjar tiroid terletak di leher manusia, sedangkan kelenjar paratiroid terletak tepat di belakang kelenjar tiroid.Kelenjar paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi proses metabolisme, pertumbuhan, dan untuk distribusi garam (yodium). Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan kretinisme, bahkan pada orang dewasa dapat menyebabkan miksedema.

4.Kelenjar Adrenak (Anak Ginjal)
Kelenjar adrenalin (anak ginjal) terdapat di bagian atas ginjal.Kelenjar adrenal dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar yang disebut korteks dan bagian dalam yang disebut medula.
Korteks adrenal mengeluarkan hormon glukokortikoid, yaitu kortisol dan kortikosteron yang berfungsi membantu pengolahan lemak dan protein menjadi glukosa. Hormon ini menyebabkan kadar gula dalam darah naik.
Organ yang menjadi sasaran utama respons ini adalah hati. Medula adrenal menghasilkan adrenalin untuk meningkatkan kerja jantung sehingga tekanan darah meningkat, kadar gula dan laju metabolisme meningkat, bronkus membesar, dan pupil mata membesar.
Selain itu, medula juga menghasilkan noradrenalin yang menyebabkan anteriol berkontraksi sehingga tekanan darah meningkat.

5. Kelenjar Pankreas
Dalam pankreas terdapat sekelompok kecil sel yang disebut pulau langerhaus. Pulau-pulau ini kaya akan pembuluh-pembuluh darah dan berfungsi menghasilkan hormon insulin untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus.

6. Kelenjar Gonad
Kelenjar Gonad berfungsi sebagai penghasil sel-sel kelamin, selain itu juga berfungsi menghasilkan hormon.Gonad pada wanita (ovarium) menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.Estrogen berfungsi dalam perkembangan ciri-cir kelamin sekunder di awal masa remaja.
Sedangkan, hormo progesteron berfungsi untuk memelihara kehamilan.Gonad pada pria (testis) menghasilkan hormon testosteron.Hal ini dimulai pada permulaan masa remaja.Testosteron berfungsi memicu perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder.


  
  
 


BAB III
PENUTUP


3.1         Kesimpulan

Kesimpulan  yang dapat diperoleh dari  makalah ini adalah sebagai berikut:

o   Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.
o   Fungsi dan peran hormon:
o   Anti diuretic hormone (ADH) : meningkankan absorbs air dari tubulus ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
o   Oksitosin : merasang kontaraksi uterus , pengeluaran air susu.
o   Growth hormone (GH) : merangsang pertumbuhan tulang dan otot, meningkatakan sintesis protein, mobilisasi lemak , menurunkan metabolosme karbohidrat .
o   Sifat – sifat hormon:
o   Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh endokrin.
o   Disekresikan langsung ke dalam aliran darah.
o   Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam tubuh dan control berbagai proses metabolisme (reproduksi;pertumbuhan dan perkembangan; mempertahankan homeostatis; pengadaan; penggunaan dan penyimpanan energy).

3.2          Saran

Penulis mengharapkan agar pembaca dapat membaca makalah ini agar lebih memahami materi tentang Hormon.Hormon merupakan komponen tubuh yang sangat penting, untuk itu kami menyarankan agar pembaca dapat mengembangkan pengetahuannya tentang Hormon.



DAFTAR PUSTAKA


      Indah, Mutiara. 2004. Mekanisme Kerja Hormon.Medan : Universitas Sumatera Utara.
Karyanto, Agus. 2005. Mekanisme KInerja Hormon. Lampung : UNILA
Lehninger. 1982. Dasar-dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Montgomery, Rex. 1993. Biokimia. Yogyakarta : GMUP.
Poedjiadi, Anna, dkk. 2009. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI-Press.
Saryono. 2009. Biokimia Hormon. Yogyakarta : Nuha Medika.